Blogs That Discuss About The World Of Education, Special Education Was Exceptional

Powered by Blogger.
.

STRES

Diposkan oleh romiariyanto Sunday, March 13, 2011



Stress adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang tampak berbahaya atau sulit. Stres membuat tubuh untuk memproduksi hormone adrenaline yang berfungsi untuk mempertahankan diri. Stres merupakan bagian dari kehidupan manusia. Stres yang ringan berguna dan dapat memacu seseorang untuk berpikir dan berusaha lebih berpikir dan berusaha lebih cepat dan keras sehingga dapat menjawab tantangan hidup sehari-hari. Stres ringan bisa merangsang dan memberikan rasa lebih bergairah dalam kehidupan yang biasanya membosankan dan rutin. Tetapi stress yang terlalu banyak dan berkelanjutan, bila tidak ditanggulangi, akan berbahaya bagi kesehatan.

Tanda-tanda Stress
• Menjadi mudah tersinggung dan marah terhadap teman, keluarga dan kolega.
• Bertindak secara agresif dan defensif
• Merasa selalu lelah.
• Sukar konsentrasi atau menjadi pelupa.
• Palpitasi atau jantung berdebar-debar.
• Otot-otot tegang.
• Sakit kepala, perut dan diare.
Komplikasi
• Tekanan darah tinggi dan serangan jantung.
• Sakit mental, hysteria.
• Gangguan makan seperti hilang nafsu makan atau terlalu banyak makan.
• Tidak bisa tidur (insomnia).
• Migren/kepala pusing.
• Sakit maag.
• Serangan asma yang tambah berat.
• Ruam kulit.

Penyebab Stress
• Kejadian hidup sehari-hari baik gembira dan sedih seperti:
- Menikah/mempunyai anak.
- Mulai tempat kerja baru/pindah rumah/emigrasi.
- Kehilangan orang yang dicintai baik karena meninggal atau cerai.
- Masalah hubungan pribadi.
• Pelajaran sekolah maupun pekerjaan yang membutuhkan jadwal waktu yang ketat, dan atau bekerja dengan atasan yang keras dan kurang pengertian.
• Tidak sehat.
• Lingkungan seperti terlalu ramai, terlalu banyak orang atau terlalu panas dalam rumah atau tempat kerja.
• Masalah keuangan seperti hutang dan pengeluaran di luar kemampuan.
• Kurang percaya diri, pemalu
• Terlalu ambisi dan bercita-cita terlalu tinggi.
• Perasaan negatif seperti rasa bersalah dan tidak tahu cara pemecahannya, frustasi.
• Tidak dapat bergaul, kurang dukungan kawan.
• Membuat keputusan masalah yang bisa merubah jalan hidupnya atau dipaksa untuk merubah nilai-nilai/prinsip hidup pribadi. Yang dapat anda lakukan
Bagaimana mencegah stress ?
• Lihat/ukur kemampuan sendiri. Belajar untuk menerima apa adanya dan mencintai diri sendiri.
• Temukan penyebab perasaan negatif dan belajar untuk menanggulanginya. Jangan memperberat masalah dan coba untuk sekali-kali mengalah terhadap orang lain meskipun mungkin anda di pihak yang benar.
• Rencanakan perubahan-perubahan besar dalam kehidupan anda dalam jangka lama dan beri waktu secukupnya bagi diri anda untuk menyesuaikan dari perubahan satu ke yang lainnya.
• Rencanakan waktu anda dengan baik. Buat daftar yang harus dikerjakan sesuai prioritas.
• Buat keputusan dengan hati-hati. Pertimbangkan dengan masak-masak segi baik atau buruk sebelum memutuskan sesuatu.
• Biarkan orang lain ikut memikirkan masalah anda. Ceritakan kepada pasangan hidup, teman, supervisor atau pemimpin agama. Mereka mungkin bisa membantu meletakkan masalah anda sesuai dengan proporsinya dan menawarkan cara-cara pemecahan yang berguna.
• Bangun suatu sistim pendorong yang baik dengan cara banyak berteman dan mempunyai keluarga yang bahagia. Mereka akan selalu bersama anda dalam setiap kesulitan.Jaga kesehatan, makan dengan baik, tidur cukup dan latihan olahraga secara teratur.
• Rencanakan waktu untuk rekreasi.
• Tehnik relaksasi seperti napas dalam, meditasi atau pijatan mungkin bisa membantu menghilangkan stress.

Kasus Stress
Diduga Stress, Seorang Pria Gorok Leher Sendiri
Senin, 30 Oktober 2006 | 17:17 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Diduga stres, seorang laki-laki tak dikenal berusia sekitar 30-40 tahunan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menggorok lehernya sendiri. Mayatnya ditemukan dengan luka di leher bersandar di sebuah pohon, di sebuah tanah kosong taman Summarecon di Jalan Boulevard Ujung Kelurahan Kelapa Gading Utara, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Minggu (29/10) sekitar pukul 13.30 WIB.

Saksi mata kejadian, Hartono, 42 tahun, petugas keamanan di RW 12, mengemukakan lelaki tak dikenal tersebut datang ke taman yang memang pada siang hari selalu terlihat sepi. Kejanggalan terlihat, ungkap dia, ketika dirinya melihat bahwa lelaki tak dikenal tersebut membawa pisau sejenis pisau dapur besar ditangannya. Sesaat diam dan langsung menggorokan pisau tersebut ke lehernya sendiri. ''Lelaki itu sempat berjalan sebentar menuju pohon dan bersandar setelah itu meninggal,'' katanya.

Seorang petugas keamanan Summarecon, Edi Wibowo, yang ditemui wartawan di lapangan, mengemukakan disekitar tubuh korban memang ditemukan pisau dapur. Dia menambahkan dirinya tidak pernah melihat orang tersebut di daerah pemukiman dekat taman itu. ''Sepetinya memang bukan orang sini,'' katanya.

Hal yang sama dikemukakan warga disekitar taman. Tak satu orang warga pun yang mengenalinya. Bahkan, warga mengaku baru melihat wajahnya saat sudah meninggal dunia. ''Saya kira terlihatnya seperti orang stres,'' kata Ilham, seorang petugas kebersihan yang melihat mayat korban.

Sementara itu, seorang petugas Kepolisian Sektor Kelapa Gading mengemukakan kasus ini sedang dalam pengembangan. Identitas korban pun belum diketahui karena belum ada masyarakat yang melapor kehilangan anggota keluarganya.


Sumber
www.google.co.id/stress,24desember2006,14:25on-line
www.google.co.id/jangansepelekanstress,24desember2006,14:30on-line
www.yahoo.co.id/kasusstress,24desember2006,14:31on-line

:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))

Post a Comment

PEMBACA YANG BAIK ADALAH PEMBACA YANG MAMPU MEMBERIKAN MASUKAN DAN KOMENTAR